Lagi! Setelah kasus viral sebelumnya di mana seorang nasabah kehilangan ratusan juta dalam hitungan detik tanpa ada jawaban dari BRI, kini modus serupa kembali terjadi. Seorang ibu rumah tangga di Cilegon histeris setelah saldo tabungannya Rp51 juta raib sekejap saat ingin mengecek ATM di minimarket perumahan Bumi Rakata Asri, Kelurahan Ciwedus.
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria pura-pura membantu tapi diam-diam mengintip PIN korban. Kronologi bermula pada 16 Oktober 2025, sekitar pukul 17.00–17.30 WIB, saat korban membawa cucunya jajan dan hendak mengecek saldo ATM. Saat kartu dimasukkan, ATM tersangkut, dan pelaku mendekat seakan menawarkan bantuan. Meski korban menutup PIN dengan tangan, kamera menangkap jelas pelaku jongkok di samping korban untuk mengintip PIN. Korban awalnya tidak curiga karena mengira pria tersebut adalah warga perumahan.
SMS Banking Berdentum: Dana Keluar Bertubi-Tubi
Tak lama setelah itu, korban menerima notifikasi dari SMS Banking BRI bahwa uangnya keluar berkali-kali:
Rp2.500.000 × 4 kali (tarik tunai)
Rp10.000.000 ditransfer ke rekening BTN atas nama Maulana
Rp20.000.000 ditransfer ke rekening BRI atas nama Misad
Rp11.000.000 ditransfer ke rekening BRI atas nama Azwan Feri
Total dana yang hilang: Rp51.000.000.
Korban sempat menghubungi BRI untuk memblokir rekening, namun prosesnya lama, baru berhasil pada pukul 18.11 WIB, sementara uang sudah raib.
Dugaan Sindikat ATM & Rekening Penampung Berbeda Daerah
Informasi BRI menyebutkan bahwa rekening pelaku berasal dari BRI Pringsewu, dan penarikan dilakukan di ATM Indomaret Pagebangan. Dugaan kuat modus ini dilakukan oleh sindikat terorganisir yang memanfaatkan celah keamanan ATM dan proses pemblokiran lambat.
Korban Lapor Polisi, BRI Masih Belum Jelaskan Titik Terang
Korban segera melapor ke Polsek Cilegon dan keesokan harinya ke BRI. Hingga kini, belum ada titik terang mengenai penangkapan pelaku maupun pengembalian dana.
Keluarga korban menekankan agar:
1. Polisi bertindak tegas terhadap pelaku yang terekam CCTV.
2. BRI memperbaiki prosedur darurat, termasuk pemblokiran cepat.
3. Kejadian ini menjadi peringatan agar tidak ada korban lain jatuh pada modus










