Demonstrasi penolakan pengesahan UU TNI di Kota Malang berakhir ricuh, Minggu, 23 Maret 2025. Bentrokan antara demonstran dan personel pengamanan, serta tindakan represif dari aparat, mengakibatkan sejumlah demonstran harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan rekapitulasi dari LBH Pos Malang dan Aliansi Suara Rakyat (ASURO), per Minggu 23 Maret 2025 pukul 21.25 WIB diketahui terdapat 3 orang tertangkap dan 8-10 orang hilang kontak usai demo UU TNI di depan DPRD Kota Malang.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa seorang demonstran mengalami luka parah. Bahkan, dilaporkan 6-7 massa aksi harus dilarikan ke rumah sakit. Menurut laporan dari sejumlah demonstran, area aman (safe zone) yang berisi tim dan peralatan medis pun tidak luput dari serangan.
Belasan kendaraan bermotor yang sedang diparkir di area SMAN 4 Kota Malang diamankan dan dibawa ke P Kota.