BREAKING NEWS

Melek Digital, Dekat dengan AI: Mahasiswa KKN Unhas Dorong Masyarakat Kamanre Menjadi Warga Digital yang Cerdas dan Adaptif

×

Melek Digital, Dekat dengan AI: Mahasiswa KKN Unhas Dorong Masyarakat Kamanre Menjadi Warga Digital yang Cerdas dan Adaptif

Sebarkan artikel ini

Kamanre, Luwu, 27 Juli 2026 – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/A) telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga dunia usaha. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Posko Desa Kamanre menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Melek Digital, Dekat dengan AI: Membangun Masyarakat Cerdas di Era Teknologi” pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkannya secara bijak dan produktif.

 

Seminar yang dihadiri oleh masyarakat Desa Kamanre, perangkat desa, pemuda, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat tersebut menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknologi terkini, tetapi juga diajak membangun pola pikir yang adaptif dalam menghadapi transformasi digital.

 

Materi pertama disampaikan oleh Deiv Patanduk dengan tema “Artificial Intelligence (AI) dan Dampaknya di Era Digital.” Dalam pemaparannya, Deiv menjelaskan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai aplikasi berbasis AI kini hadir untuk membantu pekerjaan manusia, meningkatkan efisiensi, mempercepat proses belajar, hingga membuka peluang ekonomi baru.

 

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab. Menurutnya, masyarakat perlu memahami manfaat sekaligus risiko yang menyertai perkembangan teknologi, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), pelanggaran privasi, hingga ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, literasi digital menjadi bekal utama agar masyarakat mampu memanfaatkan AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sebaliknya.

 

Sementara itu, materi kedua dibawakan oleh Siti Aisyah dengan tema “Edukasi Masyarakat Digital.” Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai karakteristik masyarakat digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan internet. Aisyah mengajak masyarakat untuk membangun budaya digital yang positif melalui etika bermedia sosial, keamanan data pribadi, kemampuan memilah informasi, serta pemanfaatan platform digital untuk kegiatan produktif seperti pendidikan, kewirausahaan, dan pelayanan publik.

 

Menurutnya, masyarakat yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih siap menghadapi perubahan zaman sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan.

 

Suasana seminar berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir kegiatan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber mengenai pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, keamanan informasi digital, hingga peluang teknologi dalam mendukung aktivitas pendidikan dan usaha masyarakat.

 

Semangat peserta semakin meningkat dengan adanya sesi doorprize yang disiapkan panitia. Berbagai hadiah menarik diberikan kepada peserta yang aktif menjawab maupun mengajukan pertanyaan, sehingga suasana seminar menjadi lebih hidup, komunikatif, dan menyenangkan. Doorprize tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, tetapi juga berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

 

salah satu anggota KKN 116 desa kamanre Universitas Hasanuddin yaitu Puspa menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

 

*”Kemajuan teknologi tidak dapat dihindari, tetapi dapat dipelajari dan dimanfaatkan. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat Desa Kamanre semakin percaya diri dalam menghadapi perkembangan teknologi, memahami kecerdasan buatan secara benar, serta mampu menjadi masyarakat digital yang cerdas, bijak, dan produktif,”* ujarnya.

 

Melalui kegiatan “Melek Digital, Dekat dengan AI: Membangun Masyarakat Cerdas di Era Teknologi,” Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap literasi digital masyarakat terus meningkat sehingga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, bekerja, berwirausaha, serta mendukung pembangunan desa yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *